Arwen Leia Neo

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Selama ini, kami memiliki blog khusus tentang Arwen & Leia. Namun, sejalan dengan kesibukan kami, kedua blog tersebut mulai terlantar, sementara banyak catatan penting bagi kami terutama tentang perkembangan mereka.

Begitu putra ke-3 kami lahir, Neo, kami berpendapat untuk menggabungkan blog Arwen & Leia jadi satu, gabung dengan Neo. Semua artikel penting, kami repost ulang di blog ini, disesuaikan dengan tanggal posting.

Bulan Pertama

Seminggu setelah kelahirannya, Leia mendapatkan imunisasi Hepatitis B yang pertama. Berat badannya sudah bertambah dari 2950 gr menjadi 3200 gr alias 3,2 kg. Di hari ke-7 pula, pusarnya sudah puput.

Leia pintar menyusu, sehingga Mamin tidak mengalami kesulitan yang berarti saat menyusuinya. Dan mudah-mudahan niat Mamin memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan bisa tercapai. Mamin yakin, niat yang begitu kuat dan dorongan dari tante Gita serta tulisan-tulisan mbak Luluk mengenai ASI, yang membuat ASI Mamin bisa keluar dengan lancar.

Beberapa kali Mamin dibuat bingung karena Leia nyaris tak pernah berhenti menyusu selama berja-jam. Mamin nyaris menyerah karena lelah. Ditambah pula pada saat itu puting susu lecet dan sakit. Belum lagi, ia lebih fussy dari biasanya. Bolak-balik merengek dan terlihat resah. Setelah mencari tahu di internet, akhirnya kami tahu bahwa Leia mengalami apa yang dinamakan “Growth Spurt” atau percepatan pertumbuhan, artinya sedang terjadi pertumbuhan yang begitu pesat di dalam tubuhnya.

Perkembangan yang cukup mengejutkan adalah, di usianya yang belum genap 3 minggu, Leia sudah bisa mengangkat kepala saat ditengkurapkan. Mamin sampai terbengong-bengong saat menyaksikan adegan tersebut :).

Original post

Neng Diva, Leia, tiba di terminal kedatangan dunia pada hari Rabu, 27 September 2006, pada pukul 23.25, di RS Internasional Bintaro. Dengan bobot 2950 gr dan tinggi 46 cm, ia datang melalui persalinan normal menggunakan ILA (nanti kami ceritakan lebih lanjut soal ILA ini), dibantu oleh dr. Okky Oktavandi, SpOG. Seperti halnya sang kakak, Arwen, kelahirannya maju seminggu dari waktu yang diperkirakan.

Gadis mungil berambut lebat, yang ditangani oleh dokter anak, dr. Lola Purnama Dewi, SpA ini, sudah pintar menyusu sejak baru dilahirkan, sehingga Mamin gak mengalami kesulitan saat menyusuinya.

Alhamdulillah sampai dibawa pulang, Leia tidak mengalami kuning.

Original post: Catatan Kelahiran

Leia…demikian kami memanggilnya. Neng Diva, begitu julukannya sebelum memiliki nama. Ya…si mungil ini sempat tak bernama sampai 2 minggu setelah menghirup udara dunia. Lengkapnya Sabriz Azaleia. Sabriz merupakan singkatan dari Savana Breeze atau bahasa filmnya “Angin Rumput Savana”. Azaleia berasal dari nama kembang Azalea, hanya kami tambahkan selipan “i” sedikit supaya bisa dipanggil Leia :). Seperti Leia Organa dari film Star Wars. Makna dari namanya adalah penyejuk dan pewangi di segala suasana.

Sebagai penggemar film, kami memang merencanakan nama anak-anak kami dari tokoh-tokoh film-film tertentu. Seperti halnya Arwen, sang kakak, yang mengambil inspirasi dari “Lord of the Ring”, kini giliran Neng Diva mendapat kehormatan untuk menyandang nama dari tokoh dalam film “Star Wars”.

Cukup lama memang kami berkutat mencari nama-nama yang pas dari sebuah film. Mulai dari Alsatia, sebuah nama tempat dari film TOYS. Lalu ada Aeon dari film Aeon Flux, kemudian Una, adik dari Aeon Flux. Adapula Eowyn, saudara perempuan dari Arwen “Lord of the Ring”. Nama Leia sendiri, baru muncul di saat-saat akhir menjelang hari persalinan. Itupun masih kami timbang-timbang sampai akhirnya nama cantik ini yang kami pilih untuk peri kecil kami.

Sabriz memang tidak berasal dari film manapun. Mamin udah jatuh cinta sama nama ini jauh sebelum hamil anak kedua. Nemunya juga gak sengaja dari tante Dini, adik Mamin. Hanya gara-gara ia salah ucap ketika menyebutkan nama anak temannya yang baru lahir, Tabriza. Alhasil, Sabriz, yang merupakan hasil dari “kepleset lidah”-nya tante Dini atas Tabriza, Mamin simpen baik-baik untuk nama anak kedua kelak, jika berkelamin perempuan. Singkatannya, Savana Breeze, baru ditemukan belakangan.

Original post: Sabriz Azaleia

BULAN KEDUA
Seru dan hebohnya hari-hari pertama kehidupan Arwen, lewat sudah. Memasuki bulan kedua berbagai bentuk ketegangan dan stres yang kami alami sudah jauh berkurang. Sedikit demi sedikit kami mulai bisa memahaminya, begitu pula Arwen, sudah mulai dapat beradaptasi dengan kehidupan barunya di luar rahim.

Hari-hari penuh tetes air mata kelelahan dan ketidakmengertian telah berlalu 🙂 Tergantikan dengan “kejutan-kejutan” baru, yang tak jarang mengundang senyum dan tawa.

Jadwal minumnya sudah mulai teratur, setiap 3-4 jam sekali, begitu juga dengan jam tidurnya. Bahkan di malam hari, waktu tidurnya bisa lebih panjang sampai 6 jam. Di minggu ketiga, Arwen tidak minum ASI lagi, jadi sekarang full susu formula. Tangisannya mulai berkurang, tidak cengeng lagi. Mulai sering minta diajak main dan ngobrol. Tatapannya semakin berbinar-binar, ekspresinya bermacam-macam, tak jarang ia tersenyum, membuat kami tertawa melihatnya.

Dan tampaknya ia mulai mengerti diajak berkomunikasi. Karena dari mulut kecilnya mulai keluar suara-suara lucu. Dan yang lebih menenangkan, ia sudah bisa tidur sendiri tanpa harus selalu digendong.
Di minggu kedua, berat badannya mencapai 4,2 kg dengan panjang 53 cm dan mendapatkan suntikan hepatitis B. Lendir di saluran pernafasannya sudah jauh berkurang, sehingga ia sudah dapat bernafas melalui hidung.
Arwen masih suka gumoh, tapi sudah mulai berkurang, tidak sesering bulan sebelumnya. Perkembangan motoriknya pun berkembang pesat. Ia sudah mulai kuat mengangkat kepalanya, dapat menggenggam sesuatu dengan lama.

Gerakan tangan dan kakinya banyak dan kuat. Bahkan bapaknya sendiri jadi korban seperti terlihat di foto pada saat Arwen ngamuk. Ia juga berusaha memasukkan jari-jari tangan ke mulut. Pergerakan mata ke kiri, ke kanan, atas dan bawah mulai dapat dikoordinasikan dengan baik.
Memasuki usia 7 minggu (minggu ketiga di bulan kedua), Arwen mengalami masa-masa cengeng sekali. Sedikit-sedikit nangis, selalu minta digendong. Phhuuuiiihhh…tak terkira lelahnya, karena ia tidak mau tidur sendiri. Hanya mau tidur dalam gendongan dan pelukan. Hal ini sempat membuat kami kewalahan. Kami berusaha mencari sebabnya, dengan cara browsing di internet ataupun hunting ke toko buku. Setelah cari sana sini akhirnya kami menemukan penjelasannya di http://www.babycenter.com. Di situ diceritakan berbagai kisah orangtua yang mengalami hal serupa (leganya!).

Dijelaskan bahwa. memang di minggu ke-8 sampai ke-12 kehidupan awal seorang bayi adalah puncak-puncaknya saat rewel dan cengeng. Cara-cara mengatasinya pun dijelaskan. Selain itu, kami juga membeli buku karangan dr, Harvey Karp, berjudul The Happiest Baby on The Block (the must have book 4 the nu mommy and daddy). Ia menjelaskan berbagai cara menenangkan bayi. Pokoknya benar-benar bisa meng-encourage kami!
Thanks God di akhir minggu ke-8, rewelnya jauh berkurang dan menjadi baby yang menyenangkan.
RECOMMENDED BOOKS AND WEBSITE
1. The Happiest Baby on The Block, The New Way to Calm Crying and Help Your Newborn Baby Sleep Longer, karangan Harvey Karp, M.D.
2. Brain Games for Babies, Toddlers & Twos, 140 fun ways to boost development, karangan Jackie Silberg.
3. The Complete Book of Mother & Baby Care, karangan Elizabeth Fenwick.
4. Seri Ayahbunda : Serba-serbi Bayi Baru, Buku Pegangan untuk Pengasuhan Bayi Baru Lahir.
5. http://www.babycenter.com
6. http://www.parents.com

Original post

BULAN PERTAMA
Pengalaman melahirkan yang tak terlupakan masih segar dalam ingatan kami. Berbagai perasaan tumpah ruah, campur aduk menjadi satu. Pada awalnya terasa seperti mimpi, memeluk mahluk kecil tak berdaya di pelukan, memandangi wajahnya dengan takjub. Ya…little Arwen benar-benar telah hadir, setelah menunggu 9 bulan lamanya. Lahir melalui proses alami, dengan berat 2,750 kg dan panjang 46 cm (so tiny!) di Rumah Sakit Pondok Indah.
Tiga hari di RS, semua kebutuhan si kecil dipenuhi oleh perawat-perawat. Sementara saya menjalani masa pemulihan dan mengikuti kursus-kursus yang diadakan pihak RS, seperti kursus memandikan bayi dan menyusui. Tak terbayangkan sebelumnya saya akan menyusui mahluk mungil itu, memandikannya, merawatnya dan membesarkannya.
Hari yang ditunggu tiba, and the journey begin…kami harus meninggalkan terminal kedatangan Arwen, pulang ke rumah dengan membawa jutaan pengalaman yang (pasti) benar-benar baru.


Hari-hari dan minggu-minggu pertama ternyata bukan cuma merasakan pengalaman baru tapi ternyata lebih “seru” dari yang dibayangkan. Kami sama-sama baru menjalankan peran sebagai ayah dan ibu. Tak pernah ada sekolah yang mengajarkan bagaimana mengasuh, merawat dan membesarkan anak. Kami sama-sama baru belajar, begitu juga dengan our little one, ia harus menyesuaikan diri dengan dunia barunya, bagaimana mengekspresikan perasaannya agar dimengerti kami, harus bekerja sama dengan kami, demikian pula sebaliknya…dan hal itu tidak gampang. Kami sama-sama asing satu sama lain, asing dengan peran-peran anyar ini. Betapapun kami merasa telah mempersiapkan semuanya dengan baik, tapi rasanya masih ada saja yang kurang, termasuk persiapan mental dan emosi dalam menghadapi situasi ini.

HAL-HAL MENGEJUTKAN
Banyak hal dan perubahan yang terjadi selama bulan pertama ini.
Selama minggu pertama, kulit-kulit ari Arwen mengelupas, terutama di daerah tangan dan kaki.
Dua minggu pertama, Arwen full minum ASI. Di minggu ke-3, mulai dicampur susu formula, karena produksi ASI berkurang, sementara porsi minumnya sudah lebih besar. Dia minum tiap 2 jam sekali.


Sering gumoh, dengan mengeluarkan sedikit susu bercampur lendir. Terkadang gumoh juga keluar lewat hidung.
Saluran pernafasannya keliatannya belum lancar, karena masih ada lendir yang mengganggu, jadi seringkali Arwen bernafas lewat mulut, sehingga bibirnya kering. Lendir ini adalah cairan dan air ketuban yang tertelan bayi saat proses kelahiran, dan akan hilang sampai usianya 3 bulan.
Arwen puput puser di akhir minggu pertama.


Di akhir minggu ketiga, suntik BCG, dengan berat terakhir 3,7 kg dan panjang 50 cm.
Saat tidur sering tiba-tiba refleks mengangkat kedua tangannya ke atas. Bangun tidur selalu disertai dengan ngulet-ngulet, kadang disertai tangisan.
Matanya sudah mulai melirik kanan kiri mengikuti benda yang menarik perhatiannya ataupun wajah kami dalam jarak dekat.
Tangannya mulai berusaha menggenggam.
Mulai mencoba mengangkat-angkat kepala jika dalam posisi tidur atau ditengkurapkan.


Jam tidurnya belum teratur, kadang malam sampai pagi waktu tidurnya pendek-pendek, kadang panjang. Kadang juga setengah hari diisi dengan tidur tenang, kadang tidur aktif (gelisah).
Saat menjelang tidur, dengan mata tertutup, sering mengeluarkan senyum, beberapa kali disertai suara tertawa.
Masih cenderung cengeng, biasanya reda dengan digendong atau dimasukkan ke stroller dan didorong ngebut.


Arwen juga sudah mandi sehari sekali.
Tangisannya sudah bermacam-macam. Ada tangis manja, minta ditemani, ada tangis lapar, ada tangis sakit, ada tangis minta ganti popok, ada tangis tidak nyaman.
Kami pun akhirnya terkadang merasa vulnarable juga.

TROUBLESHOOTING 🙂 (berdasarkan referensi dari dokter anak dan perawat)
Bibir kering karena bernafas lewat mulut bisa diatasi dengan mengoleskan ASI di bibir bayi.
Jika bayi terdeteksi kuning, hindari penggunaan kamper, pewangi lemari dan pewangi pakaian.
Lendir bisa cepat hilang, jika bayi sering dijemur, jangan panik jika mendengar si bayi berdehem seperti ingin mengeluarkan lendir atau mengeluarkan suara “nggrok nggrok.”
Jika bayi tak mau diam karena menangis, coba ajak bicara dan bercerita. According to Lanny (my special new mommy friend), ajak si baby jalan-jalan di halaman rumah, ceritakan apa saja yang ada di sana.
Saat bayi tidur, usahakan untuk tidur juga.
“So, the first weeks weren’t easy. You think you’re capable, then your baby didn’t want to stop crying, no matter what you’ve done. You think you already did he best for the baby. And that was really frustated, you felt like jelly. Then suddenly you burst into tears for no known reason or become distressed. Your life seem like a chaotic whirlwind. You had so much to learn…experiences & sensations. But don’t worry, people say, it is the early phase of adjusment and won’t last long.”

Original post

Flickr Photos